Peptida Botox 100u CAS:93384-58-8

Peptida Botox 100u CAS:93384-58-8
perkenalan produk:
Botox adalah obat yang terbuat dari toksin botulinum, dan komposisi kimianya adalah toksin botulinum tipe A yang merupakan neurotoksin. Di bidang tata rias medis, Botox banyak digunakan sebagai penghambat konduksi saraf, terutama dengan memblokir sinyal saraf dan mengendurkan otot untuk sementara, sehingga mencapai efek seperti penipisan wajah dan menghilangkan kerutan. Khusus dalam pengobatan estetika, Botox sering digunakan untuk mengatasi kerutan di dahi, sela-sela alis, dan sudut mata. Efek setelah penyuntikan biasanya muncul dalam waktu 3 sampai 7 hari dan dapat bertahan sekitar 3 sampai 6 bulan. Untuk kebutuhan penipisan wajah, penipisan kaki, dan penipisan bahu, karena menargetkan otot rangka yang relatif tebal, maka diperlukan injeksi otot dalam untuk mencapai efek atrofi otot. Selain itu, Botox juga digunakan untuk mengatasi berbagai masalah medis, seperti migrain kronis, hiperhidrosis, distonia (seperti tortikolis), dan kandung kemih terlalu aktif.
Kirim permintaan
Deskripsi
Parameter teknis

  

Pengenalan Produk

Nama:Botoks

Manfaat Produk:Kesehatan Mental dan Regulasi Emosional

CAS:93384-58-8

Kapasitas:100u/botol

Bentuk Produk:Bubuk putih atau putih pucat(Peptida)

Umur Simpan:2-3Tahun(Tanggal pengemasan produk yang berlaku)

Apa itu Botox?

 

Botox (Botulinum Toxin) adalah racun saraf yang diproduksi oleh bakteri *Clostridium botulinum*, yang memiliki efek penghambatan neuromuskular yang kuat. Karena sifat pelemas ototnya yang kuat, Botox banyak digunakan dalam bidang medis dan kosmetik, terutama untuk mengurangi kerutan di wajah dan mengobati beberapa penyakit neuromuskular.

 

### Sifat fisika dan kimia:

- **Struktur molekul**: Botox adalah protein molekul besar yang terdiri dari sekitar 1500 asam amino dan merupakan neurotoksin. Terdiri dari 7 subtipe berbeda (A, B, C, D, E, F, G), yang paling umum digunakan adalah **Botulinum Toxin Type A (Botox A)**, yang paling banyak digunakan dalam kecantikan dan pengobatan.

- **Penampilan**: Botox biasanya berupa bubuk kering beku berwarna putih atau agak kuning, yang perlu dicampur dengan garam sebelum digunakan dan disuntikkan.

- **Kelarutan**: Karena merupakan protein, Botox memiliki kelarutan yang rendah dan harus dilarutkan dalam larutan yang tepat sebelum digunakan.

 

### Mekanisme dan efek utama:

Mekanisme kerja Botox adalah menghambat transmisi sinyal saraf dengan menghalangi pelepasan neurotransmitter **asetilkolin** dari ujung saraf, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara dan relaksasi otot. Ia bekerja dengan:

1. **Penghambatan transmisi sinyal saraf**: Botox memblokir pelepasan asetilkolin dari ujung saraf dengan mengikat reseptor spesifik pada membran sel saraf.

2. **Relaksasi otot lokal**: Kekurangan asetilkolin menyebabkan otot tidak dapat berkontraksi sehingga mencapai relaksasi otot. Hal ini membuat Botox memiliki efek signifikan dalam pengobatan kerutan wajah dan kejang otot.

 

### Aplikasi klinis:

1. **Aplikasi kosmetik**:

- **Pengurangan kerut**: Penggunaan kosmetik Botox yang paling umum adalah untuk mengurangi kerutan wajah, terutama kerutan dahi, garis kerutan, dan keriput. Dengan menyuntikkan Botox secara lokal, kontraksi otot ekspresi wajah dapat dihambat untuk sementara dan kerutan dapat dihaluskan.

- **Penyesuaian kontur wajah**: Dalam beberapa kasus, Botox digunakan untuk menyesuaikan kontur dagu, daerah temporal, rahang bawah dan bagian lainnya agar wajah lebih serasi.

2. **Aplikasi Medis**:

- **Kejang Otot**: Botox digunakan untuk mengobati berbagai jenis kejang otot, termasuk kejang leher (tortikolis spasmodik), blepharospasm, migrain, dll.

- **Hiperhidrosis**: Botox dapat mengatasi hiperhidrosis, terutama keringat berlebih di telapak tangan, ketiak, dan telapak kaki, dengan cara menghambat sinyal saraf ke kelenjar keringat.

- **Aplikasi Mata**: Digunakan untuk mengobati penyakit mata seperti strabismus dan nistagmus.

- **Kandung Kemih Terlalu Aktif**: Botox dapat mengatasi kandung kemih terlalu aktif dan membantu meredakan inkontinensia desakan.

 

### Dosis dan Cara Pemberian:

- **Dosis**: Dosis Botox bervariasi tergantung pada aplikasinya. Misalnya, dosis umum untuk mengatasi kerutan wajah adalah sekitar 20 hingga 60 unit (satuannya bervariasi tergantung area perawatan). Saat mengobati kejang otot atau penyakit mata, dosisnya mungkin lebih tinggi. Dokter akan menyesuaikan dosis berdasarkan situasi individu.

- **Tempat suntikan**: Botox diberikan melalui suntikan kulit, dan kedalaman serta lokasi suntikan biasanya ditentukan oleh dokter profesional berdasarkan area perawatan spesifik.

 

### Waktu paruh dan farmakokinetik:

- **Waktu paruh**: Botox umumnya memiliki waktu paruh lebih lama. Durasi efek toksin botulinum adalah sekitar 3 hingga 6 bulan, dan waktu spesifiknya bervariasi dari individu ke individu. Waktu paruh biasanya berada di sistem saraf dan otot, dan obat secara bertahap kehilangan efeknya.

- **Waktu mulai**: Efek suntikan Botox biasanya mulai terlihat antara 2 dan 7 hari, dan efek paling nyata mencapai puncaknya dalam 1 hingga 2 minggu.

- **Durasi**: Berapa lama efeknya bertahan tergantung pada beberapa faktor, termasuk dosis suntikan, area perawatan, respons individu, dll. Secara umum, efeknya mulai melemah setelah 3 hingga 6 bulan, dan seiring waktu, otot secara bertahap mendapatkan kembali fungsinya, dan kerutan serta kejang dapat muncul kembali.

 

### Siklus dan pengobatan:

- **Perawatan siklik**: Karena efek Botox bersifat sementara, suntikan rutin diperlukan untuk mempertahankan efeknya. Dalam perawatan kosmetik, kebanyakan orang mendapat suntikan setiap 6 bulan atau lebih; untuk keperluan medis, seperti kejang otot atau pengobatan migrain, siklus suntikan mungkin lebih sering, tergantung pada respons individu.

- **Masa pemeliharaan dan pemulihan**: Setelah injeksi Botox, pemulihan otot memerlukan waktu lama, biasanya beberapa bulan, dan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan beberapa perubahan resistensi obat, dan pasien mungkin perlu menyesuaikan dosis atau mengubah metode pengobatan .

 

### Risiko dan efek samping:

Meskipun pengobatan Botox secara umum aman, namun terdapat beberapa kemungkinan efek samping dan risiko, antara lain:

1. **Reaksi lokal**: termasuk kemerahan, bengkak, memar, nyeri, dll di tempat suntikan.

2. **Asimetri wajah**: Penyuntikan yang tidak tepat dapat menyebabkan relaksasi otot wajah yang berlebihan, mengakibatkan ekspresi wajah menjadi asimetris atau terkulai.

3. **Ptosis**: Jika Botox disuntikkan secara tidak benar di sekitar mata, hal ini dapat menyebabkan kelopak mata terkulai.

4. **Reaksi alergi**: Meskipun sangat jarang, setiap pasien mungkin mengalami reaksi alergi terhadap Botox.

5. **Reaksi toksik**: Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, overdosis atau penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan reaksi toksik sistemik, seperti kelemahan otot, kesulitan menelan, masalah pernapasan, dll.

 

### Ringkasan:

Botox adalah racun saraf kuat yang untuk sementara menghambat transmisi sinyal antara saraf dan otot untuk meredakan kejang otot dan memperbaiki kerutan. Ini banyak digunakan di bidang kecantikan dan pengobatan, namun perlu digunakan dengan hati-hati dan harus dilakukan di bawah bimbingan dokter profesional untuk memastikan keamanan dan efektivitas.

13

 

Botox cocok untuk orang, penggunaan dan dosis

 

Botox (Botulinum Toxin) merupakan racun saraf yang digunakan melalui suntikan dan banyak digunakan dalam bidang medis dan kosmetik, terutama untuk mengurangi kerutan, mengobati kejang otot, dan penyakit saraf tertentu. Berikut adalah pengenalan rinci tentang Botox, termasuk populasi yang berlaku, prinsip kerja dan penggunaan serta dosis.

 

### 1. **Cara kerja Botox**

Bahan utama Botox adalah racun saraf yang diproduksi oleh *Clostridium botulinum* (Clostridium botulinum). Mekanisme kerjanya adalah mengendurkan otot dengan menghambat konduksi sinyal saraf. Proses spesifiknya adalah sebagai berikut:

- Setelah Botox disuntikkan, ia akan berikatan dengan reseptor saraf di ujung saraf dan menghambat pelepasan asetilkolin (asetilkolin), suatu neurotransmitter yang menyebabkan kontraksi otot.

- Ketika pelepasan asetilkolin terhambat, otot tidak dapat menerima sinyal untuk berkontraksi, sehingga mencapai efek relaksasi dan mengurangi kerutan.

 

### 2. **Populasi yang berlaku**

Populasi Botox yang berlaku dibagi menjadi dua kategori: medis dan kosmetik:

#### (1) Penggunaan kosmetik:

- **Penghilangan kerutan**: Terutama kerutan wajah yang dinamis, seperti kerutan di dahi, garis kerutan (juga dikenal sebagai "川字纹"), kerutan di dahi, dll.

- **Membentuk wajah**: Seperti mempercantik garis dagu, mengangkat alis, mengatur senyuman, dll dengan suntik Botox.

- **Hyperhidrosis**: Ini juga memiliki efek yang baik pada pengobatan hiperhidrosis lokal (seperti ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki).

#### (2) Penggunaan medis:

- **Penyakit kejang**: Seperti kejang otot wajah, kejang kelopak mata, kejang otot leher (tortikolis), dll.

- **Migrain kronis**: Digunakan untuk meredakan frekuensi dan tingkat keparahan sakit kepala.

- **Aktivitas otot yang berlebihan**: Misalnya, pengobatan aktivitas otot yang berlebihan atau gerakan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh beberapa penyakit saraf, seperti kejang otot yang disebabkan oleh palsi serebral, tortikolis spasmodik, dll.

- **Inkontinensia urin**: digunakan untuk mengatasi gejala seperti sering buang air kecil, urgensi, dan inkontinensia yang disebabkan oleh kandung kemih yang terlalu aktif.

#### (3) Kontraindikasi:

- Wanita hamil atau menyusui.

- Orang yang alergi terhadap bahan Botox.

- Penderita penyakit otot atau saraf, seperti miastenia gravis.

 

### 3. **Pemakaian dan Dosis**

Dosis dan rencana pengobatan Botox akan bervariasi sesuai dengan lokasi pengobatan, gejala, dan kondisi individu pasien yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa referensi umum penggunaan dan dosis:

#### (1) Perawatan kosmetik:

- **Kerutan di dahi**: Dosis suntikan umum adalah 20-30 unit, biasanya dibagi menjadi 5 hingga 7 titik suntikan.

- **Garis glabellar**: 10-15 unit disuntikkan di setiap sisi, biasanya 3 hingga 4 titik.

- **Kaki gagak**: 5-10 unit disuntikkan di setiap sisi, 2 hingga 3 poin.

- **Pembentukan dagu**: sekitar 10-20 unit, disuntikkan ke 1 hingga 2 titik.

- **Pengangkatan kontur wajah (seperti pengangkatan alis)**: 10-15 unit di setiap sisi.

#### (2) Perawatan medis:

- **Migrain kronis**: biasanya disuntikkan ke dahi, pelipis, belakang leher, dll, dengan total sekitar 155 unit, setiap 3 bulan sekali.

- **Hiperhidrosis**: 50-100 unit disuntikkan ke setiap ketiak, bergantung pada distribusi kelenjar keringat.

#### (3) Metode injeksi:

- Botox biasanya disuntikkan secara lokal ke dalam otot untuk diobati melalui jarum yang sangat halus. Proses penyuntikan biasanya relatif cepat, dan setiap perawatan memerlukan waktu sekitar 10-30 menit.

- Selama perawatan, dokter akan menyesuaikan titik suntikan sesuai dengan ekspresi wajah atau aktivitas otot pasien.

#### (4) Khasiat dan durasi:

- Setelah injeksi Botox, efeknya biasanya mulai terlihat dalam 1-3 hari, dan efek terbaik dicapai setelah 1-2 minggu.

- Efek penggunaan kosmetik biasanya bertahan selama 3-6 bulan, dan efeknya perlahan melemah seiring berjalannya waktu. Suntikan teratur diperlukan untuk mempertahankan efeknya.

- Efektivitas perawatan medis juga bervariasi tergantung pada keadaan individu.

 

### 4. **Efek samping dan tindakan pencegahan**

- **Efek samping yang umum**: Nyeri ringan, kemerahan, memar, sakit kepala, mati rasa sementara di tempat suntikan, dll. Kebanyakan efek samping biasanya hilang dalam beberapa jam atau hari.

- **Efek samping yang serius**: Dalam kasus yang jarang terjadi, kelopak mata terkulai, sudut mulut bengkok, dan kesulitan bernapas dapat terjadi. Jika gejala ini terjadi, sebaiknya segera dapatkan bantuan medis.

- **Tindakan pencegahan**:

- Sebelum penyuntikan, Anda perlu memberi tahu dokter Anda jika Anda memiliki riwayat alergi, penyakit otot atau saraf, kehamilan atau menyusui, dll.

- Hindari memijat area suntikan dalam waktu 24 jam setelah penyuntikan untuk mencegah obat menyebar ke area yang tidak boleh digunakan.

- Jika Anda mengalami sakit kepala parah, kemerahan terus-menerus, bengkak, atau ketidaknyamanan lainnya setelah perawatan, Anda harus menghubungi dokter tepat waktu.

 

### 5. **Ringkasan**

Sebagai racun saraf yang banyak digunakan dalam praktik klinis, Botox memiliki efek yang baik baik dalam kecantikan maupun perawatan. Namun, karena penggunaannya berdampak pada otot dan sistem saraf, dokter profesional harus merumuskan rencana suntikan berdasarkan kondisi fisik individu dan kebutuhan pengobatan. Sebelum menjalani pengobatan Botox, disarankan untuk melakukan konsultasi dan evaluasi secara detail dengan institusi medis atau dokter profesional.

83

 

Manfaat Terkait Botox

 

Botox (botulinum toxin) adalah protein yang mengurangi aktivitas otot dengan menghambat sinyal saraf dan banyak digunakan dalam pengobatan dan kecantikan. Bahan aktif Botox adalah racun yang dihasilkan oleh Clostridium botulinum, yang memperlambat kontraksi otot dengan mencegah neuron melepaskan asetilkolin, yang pada gilirannya mempengaruhi sinyal antara saraf dan otot. Meskipun Botox sering digunakan sebagai suntikan kosmetik, Botox juga memiliki beragam fungsi perawatan medis. Berikut detail manfaat Botox:

 

### 1. **Manfaat Kecantikan**

Kegunaan Botox yang paling terkenal adalah sebagai anti-penuaan dan pengurangan kerutan, terutama untuk menghilangkan kerutan wajah yang dinamis. Seiring bertambahnya usia, seringnya kontraksi otot menyebabkan terbentuknya kerutan. Botox dapat secara efektif mengurangi kerutan berikut dengan mengendurkan otot-otot wajah untuk sementara waktu:

- **Kerutan di dahi**: Kerutan horizontal di dahi adalah tanda umum penuaan. Botox dapat menghambat pergerakan otot dahi dan menghaluskan kulit dahi.

- **Garis glabellar**: Ini adalah kerutan vertikal di antara alis. Botox dapat mengendurkan otot-otot penyebab kerutan, sehingga garis glabellar menjadi lebih terang atau hilang.

- **Kaki gagak**: Kerutan halus di sekitar mata disebabkan oleh gerakan otot wajah yang berulang. Botox dapat mengurangi terbentuknya kerutan tersebut sehingga membuat area sekitar mata terlihat lebih halus.

- **Lialorrhea**: Garis halus dan kerutan di kedua sisi mulut. Botox dapat mengurangi kedalaman kerutan dengan mengendurkan otot-otot terkait.

Botox tidak hanya menghilangkan kerutan yang sudah ada, tapi juga mencegah terbentuknya kerutan baru, apalagi jika penyuntikan dilakukan sejak dini, sehingga kulit akan tetap halus.

 

### 2. **Manfaat Medis**

Selain untuk keperluan kosmetik, Botox juga digunakan untuk mengobati banyak gejala dan penyakit medis. Berikut adalah beberapa kegunaan medis utama:

- **Migrain kronis**: Botox disetujui untuk pengobatan migrain kronis. Obat ini disuntikkan ke kepala, leher, dan area lain untuk membantu mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala. Penelitian menunjukkan bahwa Botox dapat mengurangi gejala sakit kepala akibat ketegangan otot.

- **Berkeringat berlebihan (bromhidrosis primer)**: Untuk keringat berlebih yang tidak dapat dikontrol dengan metode lain, Botox dapat secara efektif menghambat sekresi kelenjar keringat. Dengan menyuntikkan ke ketiak, telapak tangan, atau telapak kaki, Botox memblokir sinyal saraf dan mengurangi keringat.

- **Kejang dan kekakuan otot**: Botox dapat digunakan untuk mengobati kejang otot atau kekakuan otot yang disebabkan oleh stroke, Cerebral Palsy, atau kondisi neurologis lainnya. Ini mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan dengan mengendurkan otot-otot yang berkontraksi secara tidak normal.

- **Kejang wajah dan blepharospasm**: Botox dapat digunakan untuk mengobati blepharospasm (penutupan kelopak mata yang tidak disengaja) dan gerakan otot wajah yang tidak disengaja lainnya. Dengan menghambat aktivitas otot yang terlibat, Botox secara efektif dapat mengurangi gejala.

- **Inkontinensia urin berlebihan**: Untuk pasien dengan kandung kemih terlalu aktif atau inkontinensia urin, suntikan Botox dapat mengendurkan otot kandung kemih, meningkatkan kontrol buang air kecil, dan mengurangi urgensi buang air kecil.

- **Kejang leher (distonia)**: Kondisi ini ditandai dengan kontraksi otot leher yang tidak disengaja sehingga menyebabkan leher terpuntir atau nyeri. Botox meredakan ketidaknyamanan ini dengan memblokir sinyal saraf.

- **Gangguan mata (strabismus)**: Bagi penderita strabismus, Botox dapat digunakan untuk mengendurkan otot-otot yang menyebabkan mata menyimpang, membantu mata kembali ke posisi normal.

 

### 3. **Kesehatan mental dan pengaturan suasana hati**

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penelitian menunjukkan bahwa Botox dapat membantu meningkatkan mood selain memperbaiki kerutan. Botox bekerja dengan cara mengurangi aktivitas otot-otot ekspresi wajah, terutama yang terlibat dalam ekspresi emosi, seperti kontraksi alis, yang berpotensi mengurangi ekspresi emosi negatif. Secara khusus, Botox dapat membantu meringankan gejala depresi:

- **Meningkatkan suasana hati**: Penelitian menemukan bahwa ketika seseorang tidak dapat membuat ekspresi wajah tertentu (seperti mengerutkan kening), respons emosionalnya mungkin terpengaruh. Beberapa orang dengan depresi melaporkan peningkatan suasana hati setelah menerima suntikan Botox, meskipun penelitian lebih lanjut mengenai hal ini perlu dikonfirmasi.

 

### 4. **Peningkatan kualitas kulit**

Meskipun Botox terkenal karena menghilangkan kerutan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa Botox dapat melakukan lebih dari sekadar mengendurkan otot. Itu juga dapat memperbaiki struktur dan penampilan kulit. Botox dapat membuat kulit terlihat lebih kencang dan halus dengan meningkatkan mikrosirkulasi dan meningkatkan produksi kolagen.

 

### 5. **Efek anti inflamasi**

Botox juga menunjukkan beberapa efek anti-inflamasi. Ini dapat mengurangi respons nyeri yang disebabkan oleh peradangan dengan mengatur neurotransmiter lokal. Penelitian telah menunjukkan bahwa pada beberapa penyakit peradangan, Botox dapat membantu mengurangi respons peradangan dan meredakan gejala.

 

### 6. **Solusi anti penuaan non-bedah**

Karena efek Botox signifikan dan dapat dibalik, Botox memberikan alternatif terhadap operasi plastik tradisional bagi mereka yang mencari solusi anti-penuaan non-invasif. Suntikan botoks biasanya tidak memerlukan rawat inap, memiliki waktu pemulihan yang singkat, dan efeknya biasanya bertahan selama 3-6 bulan, setelah itu dapat dilakukan perawatan berulang sesuai kebutuhan.

 

### Ringkasan:

Botox tidak hanya sebagai alat kosmetik, tetapi juga memiliki berbagai kegunaan medis. Dari memperbaiki kerutan hingga mengobati migrain kronis, keringat berlebih, kejang otot, inkontinensia urin, dll., Botox telah menunjukkan kemanjuran yang signifikan. Seiring dengan semakin mendalamnya penelitian, potensi area penerapan Botox mungkin terus berkembang. Namun, meski Botox dianggap aman, namun tetap perlu disuntikkan oleh dokter profesional untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

84

 

Detail Kontak (WhatsApp Telegram) Dan Metode Pembayaran

 

WhatsApp/Telegram:+852 6749 2648

Gmail:lucasraws207@gmail.com

Skype:langsung:.cid.8f21dc7fc6621ba7

1729737702523 1729737641865 product-570-257

 

Pertanyaan Umum

T: Apa saja kegunaan medis umum dari Botox?

J: Botox digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis, termasuk:
- **Migrain kronis**: Botox dapat mengurangi frekuensi migrain dan meredakan gejala sakit kepala.
- **Kejang otot**: Termasuk blepharospasm, kejang otot leher, dll., Botox dapat mengendurkan otot yang berkontraksi berlebihan.
- **Hiperhidrosis**: Mengurangi keringat berlebih dengan menghalangi sinyal saraf ke kelenjar keringat lokal, yang biasa digunakan untuk merawat ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.
- **Penyakit mata**: Seperti kelopak mata gemetar (kelopak mata berkedut) dan strabismus (mata menyimpang dari posisi yang benar).
- **Kandung kemih yang terlalu aktif**: Digunakan untuk mengatasi aktivitas kandung kemih yang berlebihan dan tidak terkendali, yang menyebabkan urgensi, frekuensi, dan inkontinensia.

Q: Apa saja kegunaan Botox dalam bidang kecantikan?

A: Penerapan Botox yang paling terkenal adalah dalam bidang kecantikan, terutama untuk mengurangi kerutan dan garis halus. Perawatan kecantikan yang umum meliputi:
- **Penghilangan kerut**: Dengan menyuntikkan Botox, otot-otot wajah dapat direlaksasi sementara untuk mengurangi kerutan statis seperti garis dahi, kerutan, dan garis kerutan.
- **Pengencangan wajah non-bedah**: misalnya mengangkat garis alis, menghilangkan lipatan nasolabial, garis senyum.
- **Face lift**: menyuntikkan Botox ke otot masseter (area temporal) dapat membantu mengencangkan rahang dan bentuk wajah, mengurangi volume otot masseter, dan mencapai efek face lift.

T: Bagaimana cara kerja Botox?

Jawaban: Botox bekerja dengan cara menghambat pelepasan asetilkolin di ujung saraf, mengurangi transmisi sinyal saraf, sehingga mencegah kontraksi otot. Melalui mekanisme ini, Botox dapat mengendurkan otot untuk sementara dan memperbaiki kerutan atau kejang otot akibat kontraksi berlebihan.

 

Tag populer: peptida botox 100u cas:93384-58-8, Cina peptida botox 100u cas:93384-58-8 produsen, pemasok, pabrik

Kirim permintaan
Auctus Steroid Pharma Co., Ltd
Memberikan jaminan layanan purna jual yang lengkap, termasuk kebijakan pengembalian dan penukaran produk, jaminan kualitas, dll.
Hubungi kami