↵
Pengenalan Produk
Nama:MOTS-c
Manfaat Produk:Meningkatkan fungsi mitokondria
CAS:1627580-64-6
Kapasitas:10mg/botol
Bentuk Produk:Bubuk putih atau putih pucat(Peptida)
Umur Simpan:2-3Tahun(Tanggal pengemasan produk yang berlaku)
Apa itu MOTS-c?
MOTS-c (Mitochondrial Open Reading Frame of 12S rRNA-c) adalah peptida kecil turunan mitokondria yang dikodekan oleh DNA mitokondria dan mengandung 16 asam amino. MOTS-c berperan dalam berbagai proses fisiologis dan patologis dengan mengatur metabolisme sel dan fungsi mitokondria, dan khususnya berkaitan dengan kesehatan metabolisme, anti penuaan dan anti inflamasi.
### **Sifat Fisika dan Kimia**
1. **Struktur Molekul**:
- MOTS-c adalah peptida kecil yang terdiri dari 16 asam amino dengan urutan asam amino: `MRWQEMGYIFYPRKLR`.
- Berat molekul relatifnya sekitar 1921,21 Da.
2. **Kelarutan**:
- MOTS-c biasanya dalam bentuk bubuk dan larut dalam air atau buffer fisiologis (seperti PBS), cocok untuk eksperimen biologis atau tujuan terapeutik.
3. **Stabilitas**:
- MOTS-c relatif stabil secara in vitro, namun perlu disimpan pada suhu rendah (-20 derajat atau lebih rendah) untuk mempertahankan aktivitas.
- Sensitif terhadap panas dan cahaya dan perlu disimpan jauh dari cahaya.
4. **Mekanisme tindakan**:
- MOTS-c dapat melintasi membran sel ke dalam inti sel dan meningkatkan metabolisme dengan mengatur ekspresi gen inti.
- Ini terutama mempengaruhi kesehatan metabolisme melalui jalur AMPK (AMP-activated protein kinase) dan mengatur fungsi mitokondria, meningkatkan metabolisme glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin.
### **Fungsi biologis**
1. **Regulasi metabolisme**:
- **Metabolisme glukosa**: MOTS-c dapat meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa dengan mengaktifkan AMPK, membantu mengatur kadar gula darah.
- **Metabolisme lipid**: Dapat mengurangi penumpukan lemak dan meningkatkan fungsi jaringan adiposa.
2. **Antioksidan dan anti penuaan**:
- Mengurangi stres oksidatif dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Meningkatkan vitalitas sel dan menunda penurunan metabolisme terkait usia.
3. **Regulasi anti-inflamasi dan kekebalan tubuh**:
- Menghambat pelepasan faktor inflamasi dan membantu memperbaiki penyakit inflamasi kronis.
- Meningkatkan pertahanan terhadap patogen dengan mengatur fungsi sel kekebalan.
4. **Meningkatkan performa olahraga**:
- MOTS-c telah menunjukkan efek meningkatkan metabolisme otot dan daya tahan pada hewan percobaan.
5. **Sindrom anti-obesitas dan anti-metabolik**:
- Mengurangi penumpukan lemak, meningkatkan sensitivitas insulin, dan berpotensi menimbulkan efek pada obesitas dan sindrom metabolik.
### **Dosis dan penggunaan**
1. **Dosis penelitian**:
- Dalam studi praklinis, biasanya digunakan dosis 5-20 mikrogram per kilogram berat badan (percobaan pada hewan).
- Dalam uji klinis pada manusia, kisaran dosis mungkin 5-15 mg/waktu, disesuaikan dengan desain penelitian yang berbeda.
2. **Cara pemberian**:
- **Injeksi subkutan**: Metode yang paling umum digunakan, yang secara efektif meningkatkan bioavailabilitas.
- **Injeksi intramuskular**: Dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi metabolisme otot lokal.
- Tidak ada bentuk oral karena molekul peptida mudah terdegradasi di saluran cerna.
3. **Gunakan siklus**:
- Pada hewan percobaan, biasanya dilakukan sekali sehari selama 1-4 minggu.
- Siklus yang digunakan dalam penelitian pada manusia belum ditentukan dan mungkin perlu disesuaikan dengan tujuan pengobatan.
### **Waktu paruh dan farmakokinetik**
1. **Waktu paruh**:
- MOTS-c memiliki waktu paruh yang pendek di dalam tubuh, biasanya antara 30 menit hingga 2 jam. Hal ini perlu diperpanjang dengan injeksi kontinyu atau formulasi pelepasan berkelanjutan.
2. **Jalur metabolisme**:
- Sebagai molekul peptida, MOTS-c terutama dimetabolisme dan diekskresikan oleh ginjal.
### **Potensi penggunaan klinis**
1. **Pengobatan penyakit metabolik**:
- Seperti diabetes, obesitas, perlemakan hati dan sindrom metabolik.
2. **Anti penuaan**:
- Meningkatkan fungsi sel dan menunda penyakit degeneratif terkait usia.
3. **Meningkatkan fungsi otot**:
- Dapat digunakan untuk penyakit degeneratif otot atau peningkatan kinerja atletik.
4. **Perlindungan saraf**:
- Menunjukkan potensi efek perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif pada model hewan.
### **Efek samping dan keamanan**
1. **Efek samping yang diketahui**:
- Karena penelitian tahap awal, data mengenai efek samping MOTS-c masih terbatas.
- Percobaan pada hewan dan studi klinis pendahuluan menunjukkan toleransi yang baik dan tidak ada toksisitas yang jelas.
2. **Potensi risiko**:
- Penggunaan jangka panjang atau berlebihan dapat menyebabkan gangguan sistem endokrin.
- Perbedaan individu dapat menyebabkan reaksi merugikan seperti alergi atau ketidaknyamanan di tempat suntikan.
### **Ringkasan**
MOTS-c adalah peptida turunan mitokondria yang sangat menjanjikan yang telah menunjukkan efek signifikan dalam mengatur metabolisme, anti penuaan dan anti inflamasi. Meskipun penelitian saat ini terutama berfokus pada model hewan dan uji klinis awal, keamanan dan kemanjurannya telah mendapat perhatian luas. Penelitian di masa depan perlu memperjelas efek jangka panjang, dosis optimal, dan potensi efek samping untuk mencapai penerapan klinis yang luas.

Kelompok yang berlaku dan prinsip kerja MOTS-c
MOTS-c adalah peptida turunan mitokondria yang telah menarik perhatian ilmiah dalam beberapa tahun terakhir karena potensi perannya dalam regulasi metabolisme, anti-penuaan, dan penyakit terkait. Berikut ini adalah pengenalan rinci tentang populasi yang berlaku, prinsip kerja dan penggunaan serta dosis:
### **1. Populasi yang berlaku**
MOTS-c saat ini terutama dipelajari untuk populasi berikut:
- **Pasien dengan penyakit metabolik**
- Misalnya diabetes (terutama diabetes tipe 2), obesitas, perlemakan hati, dll. MOTS-c menunjukkan potensi dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur fungsi metabolisme.
- **Mereka yang perlu meningkatkan kemampuan atletik**
- MOTS-c dapat meningkatkan metabolisme otot, meningkatkan kinerja dan daya tahan atletik.
- **Orang dengan masalah terkait penuaan**
- Dalam hal anti-penuaan dan menunda degenerasi fungsional terkait usia (seperti atrofi otot, osteoporosis, dan penurunan kognitif), MOTS-c menunjukkan prospek penelitian tertentu.
- **Orang dengan gangguan kekebalan tubuh**
- Studi awal menunjukkan bahwa MOTS-c dapat mengatur fungsi kekebalan tubuh dan memiliki efek anti-inflamasi.
Perlu dicatat bahwa penelitian MOTS-c masih dalam tahap awal, dan keamanan jangka panjang serta indikasi spesifiknya masih perlu diverifikasi melalui uji klinis lebih lanjut.
### **2. Prinsip Kerja**
MOTS-c adalah peptida kecil yang dikodekan oleh genom mitokondria, yang bekerja terutama melalui mekanisme berikut:
1. **Mengatur fungsi mitokondria dan metabolisme energi**
- MOTS-c meningkatkan oksidasi lemak dan metabolisme glukosa dengan mengaktifkan jalur AMPK (adenosine monophosphate-activated protein kinase), sehingga meningkatkan keseimbangan metabolisme energi.
- Dapat menghambat jalur pensinyalan mTOR (berhubungan dengan penuaan dan gangguan metabolisme), sehingga menunda penuaan sel.
2. **Meningkatkan sensitivitas insulin**
- MOTS-c dapat meningkatkan sensitivitas otot rangka terhadap insulin, meningkatkan penyerapan glukosa, dan membantu mengontrol kadar gula darah.
3. **Efek anti-inflamasi dan antioksidan**
- Dengan mengatur ROS (spesies oksigen reaktif) dan respons inflamasi seluler, MOTS-c dapat memainkan peran protektif dalam mencegah kerusakan jaringan dan penyakit inflamasi kronis.
4. **Mengatur komunikasi nuklir-mitokondria**
- Sebagai molekul pemberi sinyal mitokondria, MOTS-c membantu mengoordinasikan interaksi antara gen inti dan mitokondria untuk mempertahankan homeostasis seluler.
### **3. Dosis dan cara pemberian**
Saat ini, MOTS-c belum disetujui untuk digunakan secara luas sebagai obat, dan semua rekomendasi dosis hanya didasarkan pada pengalaman dalam penelitian laboratorium atau uji klinis:
- **Penggunaan**
- Terutama diberikan melalui injeksi subkutan. Alasannya adalah peptida dipecah oleh enzim pencernaan setelah pemberian oral dan tidak dapat diserap secara efektif.
- **Kisaran dosis**
- Dosis yang digunakan dalam penelitian biasanya berkisar pada 10-15 mg/kg berat badan per hari (tergantung pada desain eksperimen dan tujuan).
- Misalnya, untuk orang dewasa dengan berat 70 kg, dosis yang umum digunakan dalam penelitian ini mungkin antara 700 dan 1050 mg, dibagi menjadi satu suntikan atau lebih.
- **Periode**
- Beberapa uji coba dirancang untuk suntikan harian selama 1-2 minggu; ada juga program suntikan kronis jangka panjang (seperti beberapa kali seminggu).
**Tindakan pencegahan:**
- **Perbedaan Individu:** Karena MOTS-c bekerja pada beberapa jalur metabolisme, dosis dan frekuensinya dapat bervariasi tergantung pada kondisi metabolisme individu.
- **Pemantauan Profesional:** Karena keamanan jangka panjang MOTS-c belum ditentukan, disarankan untuk menggunakannya di bawah pengawasan institusi medis profesional dan memantau dengan cermat kemungkinan reaksi merugikan (seperti hipoglikemia, alergi reaksi, dll).
### **4. Keterbatasan dan Resiko Saat Ini**
- **Keterbatasan Penelitian:**
- Sebagian besar penelitian tentang MOTS-c masih dalam tahap uji coba model hewan atau skala kecil pada manusia, dan kurang memiliki dukungan data klinis skala besar.
- **Efek Samping:**
- Sejauh ini tidak ditemukan reaksi merugikan yang serius, namun mungkin ada potensi risiko seperti alergi kekebalan dan kelainan metabolisme.
- **Etika dan Regulasi:**
- Di banyak negara, MOTS-c belum disetujui sebagai obat terapeutik dan merupakan intervensi eksperimental.
### **Ringkasan**
MOTS-c adalah peptida turunan mitokondria yang menjanjikan yang dapat membawa terapi terobosan di bidang regulasi metabolisme, anti-penuaan, dan peningkatan olahraga. Namun, ini masih dalam tahap penelitian awal dan disarankan untuk menggunakannya dengan hati-hati sebelum hasil uji klinis lebih lanjut dan persetujuan peraturan. Jika perlu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter profesional atau berpartisipasi dalam proyek uji klinis.

Manfaat MOTS-c
MOTS-c adalah peptida berkode mitokondria (Bingkai Bacaan Terbuka Mitokondria dari peptida Berkode 12S rRNA) yang terdiri dari 16 asam amino. Peptida ini telah banyak dipelajari dalam beberapa tahun terakhir karena menunjukkan peran penting dalam mengatur metabolisme, anti penuaan, dan meningkatkan fungsi sel. Berikut detail manfaat MOTS-c:
### **1. Regulasi metabolisme dan peningkatan sensitivitas insulin**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c mengatur metabolisme gula dan metabolisme lemak dengan mengaktifkan jalur sinyal AMPK (adenosine monophosphate-activated protein kinase). Mekanisme ini membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.
- **Manfaat**:
- Meningkatkan resistensi insulin dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.
- Meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa, membantu mengontrol kadar gula darah.
- Membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan sindrom metabolik, seperti penumpukan lemak perut dan dislipidemia.
### **2. Meningkatkan fungsi mitokondria**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c berasal langsung dari mitokondria, dan fungsinya berkaitan erat dengan kesehatan mitokondria. Ini dapat meningkatkan kapasitas penghasil energi mitokondria sekaligus mengurangi stres oksidatif.
- **Manfaat**:
- Meningkatkan metabolisme energi sel dan meningkatkan vitalitas fisik.
- Dengan meningkatkan autophagy mitokondria (Mitophagy), menghilangkan mitokondria yang rusak dan menjaga kesehatan sel.
- Dapat memperlambat kemunduran fungsi mitokondria yang berhubungan dengan penuaan.
### **3. Efek anti-penuaan**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c dapat melawan kerusakan sel terkait penuaan dengan mengurangi peradangan, mengurangi stres oksidatif, dan meningkatkan kesehatan mitokondria.
- **Manfaat**:
- Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan menunda timbulnya penyakit yang berkaitan dengan usia.
- Melindungi DNA sel dari stres oksidatif dan memperpanjang umur sel.
- Membantu menjaga fungsi kognitif dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif (seperti penyakit Alzheimer).
### **4. Meningkatkan kebugaran jasmani dan anti kelelahan**
- **Mekanisme kerja**: Dengan meningkatkan kapasitas produksi energi mitokondria, MOTS-c meningkatkan efisiensi metabolisme jaringan otot.
- **Manfaat**:
- Meningkatkan kapasitas dan daya tahan latihan.
- Mengurangi kelelahan fisik terutama pada lansia atau penderita penyakit kronis. - Memiliki efek positif pada performa atletik dan dapat digunakan sebagai metode tambahan untuk pemulihan atletik.
### **5. Regulasi anti-inflamasi dan kekebalan tubuh**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c dapat menghambat pelepasan faktor inflamasi dan mengatur fungsi sistem kekebalan tubuh.
- **Manfaat**:
- Mengurangi peradangan kronis dan mengurangi risiko penyakit terkait peradangan (seperti arthritis dan penyakit kardiovaskular).
- Dapat meningkatkan kemampuan antivirus tubuh dan membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan.
### **6. Promosikan pengelolaan berat badan**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c memiliki efek positif pada berat badan dan penyimpanan lemak dengan mengatur metabolisme lemak dan gula.
- **Manfaat**:
- Membantu mengurangi penumpukan lemak, terutama lemak visceral.
- Meningkatkan efisiensi metabolisme dan membantu menstabilkan berat badan.
- Berpotensi memperbaiki masalah metabolisme terkait obesitas (seperti hiperlipidemia, hiperglikemia).
### **7. Melindungi sistem kardiovaskular**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c melindungi kesehatan jantung dengan mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan mengurangi stres oksidatif.
- **Manfaat**:
- Mengurangi risiko arteriosklerosis.
- Meningkatkan fungsi endotel, meningkatkan aliran darah dan efisiensi pengiriman oksigen.
- Melawan degenerasi kardiovaskular yang berhubungan dengan usia.
### **8. Potensi anti kanker**
- **Mekanisme kerja**: Penelitian menunjukkan bahwa MOTS-c dapat menghambat proliferasi sel kanker tertentu dengan memengaruhi fungsi mitokondria dan jalur metabolisme.
- **Manfaat**:
- Mengurangi kemungkinan berkembangnya kanker.
- Dapat mendukung pengobatan anti kanker dengan meningkatkan homeostatis metabolik.
### **9. Meningkatkan fungsi sistem saraf**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c dapat melindungi sistem saraf dengan mengurangi kerusakan oksidatif dan respons inflamasi pada neuron.
- **Manfaat**:
- Mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.
- Meningkatkan fungsi kognitif, termasuk memori dan perhatian.
- Mengurangi degenerasi fungsi otak terkait usia.
### **10. Efek antioksidan**
- **Mekanisme kerja**: MOTS-c mengurangi produksi radikal bebas dan menghambat stres oksidatif intraseluler dengan mengatur pembentukan dan fungsi mitokondria.
- **Manfaat**:
- Melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis.
- Mengurangi kejadian penyakit terkait stres oksidatif, seperti penyakit kardiovaskular dan kanker.
### Ringkasan
MOTS-c, sebagai peptida turunan mitokondria yang baru muncul, memiliki beragam manfaat kesehatan, termasuk peningkatan metabolisme, anti penuaan, peningkatan kebugaran fisik, dan perlindungan sistem kardiovaskular. Namun, sebagian besar penelitian masih dalam tahap percobaan pada hewan dan tahap uji klinis awal, dan diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia di masa depan untuk memverifikasi kemanjuran dan keamanannya.

Detail Kontak (WhatsApp Telegram) Dan Metode Pembayaran
WhatsApp/Telegram:+852 6749 2648
Gmail:lucasraws207@gmail.com
Skype:langsung:.cid.8f21dc7fc6621ba7

Pertanyaan Umum
T: Apa itu MOTS-c?
A: MOTS-c adalah peptida kecil yang terdiri dari 16 asam amino yang dikodekan oleh gen mitokondria. Tidak seperti protein tradisional yang dikodekan gen nuklir, MOTS-c adalah salah satu dari sedikit peptida yang diketahui dikodekan langsung oleh DNA mitokondria. Fungsi utamanya adalah merespons tekanan lingkungan seperti kelaparan atau stres oksidatif dengan mengatur jalur metabolisme.
T: Bagaimana mekanisme kerja MOTS-c dalam tubuh manusia?
J: MOTS-c memberikan efeknya dengan mengatur jalur metabolisme, termasuk:
- **Aktivasi AMPK (protein kinase teraktivasi adenosin monofosfat):** AMPK adalah pengatur utama keseimbangan energi seluler yang mendorong penyerapan glukosa dan oksidasi asam lemak.
- **Regulasi jalur sinyal mTOR:** Penghambatan mTOR membantu menunda penuaan sel dan meningkatkan kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap stres metabolik.
- **Peningkatan sensitivitas insulin:** MOTS-c dapat meningkatkan respons otot terhadap insulin dan meningkatkan metabolisme glukosa.
- **Efek antioksidan dan anti-inflamasi:** Mengurangi pelepasan faktor inflamasi dan melindungi sel dari kerusakan stres oksidatif.
T: Apa arah penelitian dan pengembangan obat MOTS-c?
J: Saat ini, pengembangan obat untuk MOTS-c difokuskan pada bidang-bidang berikut:
- **Penyakit metabolik:** Seperti diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD).
- **Anti-penuaan:** Penelitian menunjukkan bahwa kadar MOTS-c menurun seiring bertambahnya usia, dan suplementasi MOTS-c dapat membantu memperlambat proses penuaan.
- **Peningkatan kinerja:** MOTS-c dapat meningkatkan daya tahan olahraga dengan meningkatkan metabolisme energi dan fungsi mitokondria.
- **Penyakit neurodegeneratif:** Seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson, MOTS-c dapat memberikan perlindungan melalui efek antiinflamasi dan antioksidannya.
- **Kanker:** MOTS-c dapat melawan perkembangan kanker dengan mengatur metabolisme sel dan jalur sinyal pertumbuhan.
Tag populer: peptida mots-c 10mg cas:1627580-64-6, Cina peptida mots-c 10mg cas:1627580-64-6 produsen, pemasok, pabrik

