↵
Pengenalan Produk
Nama:Klomifen sitrat (Klomid)
Manfaat Produk:Meningkatkan kadar testosteron
CAS:50-41-9
Kapasitas:/
Bentuk Produk:Bubuk kristal putih atau putih pucat
Umur Simpan:2-3Tahun(Tanggal pengemasan produk yang berlaku)
Bubuk mentah Clomiphene citrate (Clomid) Informasi terkait
Bubuk Mentah Clomiphene Citrate (Clomid) adalah obat oral yang digunakan untuk mengobati infertilitas wanita dan juga digunakan dalam pengobatan pria untuk mengobati beberapa jenis infertilitas pria. Berikut ini adalah pengenalan rinci tentang sifat fisik dan kimia, dosis, waktu paruh, efek farmakologis dan aplikasi terapeutik Clomiphene Citrate.
### 1. Sifat fisika dan kimia :
Clomiphene Citrate adalah antagonis reseptor estrogen nonsteroid dengan nama kimia 2-[4-(2-klorofenil)-1-piperazinil]-1,{{6} }difenilbutena. Ini adalah bubuk kristal tidak berwarna atau agak kuning yang hampir tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti etanol dan aseton.
### 2. Efek farmakologis:
Clomiphene Citrate terutama merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) dengan menghalangi efek umpan balik negatif dari estrogen. Hal ini membantu meningkatkan perkembangan folikel dan ovulasi, sehingga sangat efektif dalam mengobati infertilitas wanita.
Dalam penggunaan pria, Clomiphene Citrate dapat memperbaiki beberapa jenis infertilitas pria (seperti kadar testosteron rendah, infertilitas) dengan meningkatkan kadar testosteron plasma.
### 3. Dosis:
- **Pengobatan infertilitas wanita**:
Dosis biasa adalah 50 mg per hari selama 5 hari, dengan pengobatan diulang setiap siklus. Biasanya diambil pada hari ke-2 hingga ke-6 siklus menstruasi. Perawatan mungkin memerlukan 3-6 siklus untuk mencapai kehamilan.
- **Pengobatan infertilitas pria**:
Dosisnya biasanya lebih rendah, 25 mg per hari, selama beberapa bulan. Perawatan jangka panjang diperlukan untuk mengamati efeknya.
### 4. Waktu paruh:
Waktu paruh Clomiphene Citrate adalah sekitar 5-7 hari. Artinya konsentrasi obat setelah satu dosis obat akan turun secara signifikan selama waktu tersebut. Oleh karena itu, diperlukan siklus pengobatan (biasanya siklus 5-hari).
### 5. Siklus penggunaan:
- **Siklus pengobatan wanita**:
Setiap siklus pengobatan biasanya 5 hari (misalnya hari ke-2 hingga ke-6 siklus menstruasi). Jika kehamilan tidak terjadi selama siklus ini, siklus pengobatan baru mungkin perlu dimulai kembali.
- Regimen umum pertama: 50 mg per hari selama 5 hari untuk beberapa siklus.
- Jika tidak ada efek yang terlihat setelah beberapa siklus, dosis dapat ditingkatkan.
- Terkadang diperlukan jeda antar siklus pengobatan untuk mengevaluasi efek pengobatan.
- **Siklus pengobatan pria**:
Biasanya 25 mg per hari selama beberapa bulan. Kemanjurannya mungkin memerlukan waktu 1-3 bulan untuk diketahui, dan kadar testosteron mungkin bertahan selama jangka waktu tertentu setelah penghentian obat.
### 6. Aplikasi klinis:
- **Infertilitas wanita**: Clomiphene Citrate adalah salah satu obat paling umum untuk mengobati infertilitas wanita, dan cocok untuk infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi (seperti sindrom ovarium polikistik). - **Infertilitas pria**: Clomiphene Citrate, sebagai penambah hormon testosteron nonsteroid, dapat memperbaiki gejala testosteron rendah pada pria, seperti energi rendah, libido rendah, jumlah sperma rendah, dll.
### 7. Resiko dan efek samping:
- **Efek samping wanita**:
- Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS): dapat menyebabkan asites, kembung, ketidaknyamanan usus, dll.
- Penglihatan kabur, pusing, sakit kepala: dapat terjadi pada beberapa pasien.
- Kehamilan ganda (kembar atau kembar tiga): kemungkinan efek samping.
- **Efek samping pria**:
- Kadar hormon yang tidak stabil dapat menyebabkan perkembangan payudara (mastoma).
- Nyeri otot, osteoporosis, ketidakstabilan emosi, dll.
- Kadar testosteron dapat menurun setelah penghentian pengobatan.
### 8. Kontraindikasi:
- Alergi terhadap Clomiphene Sitrat.
- Trombosis vena dalam sebelumnya, emboli paru atau penyakit trombotik lainnya.
- Hamil atau diduga hamil.
- Disfungsi hati dan ginjal yang jelas.
- Retinopati parah.
### 9. Tindakan pencegahan:
- Ultrasonografi rutin dan pemantauan tingkat hormon selama perawatan untuk mengevaluasi pertumbuhan folikel.
- Tes kehamilan: Dianjurkan untuk melakukan tes kehamilan urin sebelum dan sesudah perawatan untuk memastikan tidak adanya kehamilan.
- Pahami bahwa efek samping Clomiphene Citrate dapat mempengaruhi penglihatan, pusing, dan ketidaknyamanan fisik. Disarankan untuk menghindari mengemudi atau mengoperasikan mesin selama pengobatan.
Secara keseluruhan, Clomiphene Citrate adalah obat yang efektif untuk pengobatan infertilitas wanita, namun terdapat juga risiko efek samping tertentu. **Sebelum menggunakan Clomid**, disarankan untuk melakukan evaluasi dan pemantauan berkala di bawah bimbingan dokter.

Penggunaan dan dosis bubuk mentah Clomiphene citrate (Clomid).
Clomiphene Citrate (Clomid) adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati infertilitas wanita. Hal ini terutama digunakan untuk merangsang ovulasi dan membantu wanita yang tidak bisa hamil karena masalah ovulasi.
### Populasi yang berlaku:
1. **Pasien infertilitas wanita**: Terutama cocok untuk pasien infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi (seperti sindrom ovarium polikistik, PCOS). Dengan merangsang ovulasi ovarium, hal ini membantu meningkatkan kemungkinan kehamilan.
2. **Pasien infertilitas pria**: Dalam beberapa kasus, Clomiphene juga dapat digunakan untuk mengobati infertilitas pria, terutama masalah kesuburan yang disebabkan oleh rendahnya kadar testosteron (seperti kadar hormon perangsang folikel FSH atau hormon luteinizing LH yang tidak normal) .
3. **Perawatan tambahan fertilisasi in vitro (IVF)**: Klomifen juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan perawatan hormon lain sebagai bagian dari perawatan IVF dalam beberapa kasus.
### Prinsip kerja:
Clomiphene adalah **modulator reseptor estrogen selektif (SERM)**, yang mekanisme kerja utamanya adalah merangsang ovulasi ovarium dengan memblokir reseptor estrogen di hipotalamus, sehingga meningkatkan sekresi hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH). ).
Langkah-langkah spesifiknya adalah sebagai berikut:
1. **Menghalangi umpan balik estrogen**: Klomifen memblokir efek umpan balik estrogen dengan mengikat reseptor estrogen dalam tubuh, sehingga hipotalamus merasakan kekurangan estrogen.
2. **Meningkatkan sekresi FSH dan LH**: Karena mekanisme umpan balik rusak, kelenjar pituitari mengeluarkan lebih banyak FSH dan LH, yang merangsang pematangan dan ovulasi folikel di ovarium.
3. **Ovulasi**: Pada akhirnya, melalui aksi hormon-hormon ini, folikel menjadi matang dan sel telur dilepaskan.
### Dosis dan cara pemberian:
1. **Pengobatan infertilitas wanita**:
- **Dosis**: Dosis awal yang dianjurkan adalah 50 mg setiap kali, sekali sehari, selama 5 hari berturut-turut. Biasanya diambil pada hari ke 5 siklus menstruasi.
- **Cara pengobatan**: Jika ovulasi tidak berhasil pada siklus pertama, dosis dapat ditingkatkan, biasanya menjadi 100 mg setiap kali, sekali sehari, selama 5 hari berturut-turut. Dosis maksimum adalah 150 mg setiap kali.
- **Siklus pengobatan**: Pengobatan klomid biasanya terbatas pada 3-6 siklus. Jika ovulasi atau kehamilan tidak berhasil setelah beberapa kali perawatan, pilihan pengobatan lain harus dipertimbangkan.
2. **Infertilitas pria**:
- Untuk penggunaan pria, Clomid umumnya digunakan dalam dosis rendah, biasanya 25-50 mg setiap kali, sekali sehari, selama 3-6 bulan untuk meningkatkan sekresi testosteron.
### Kemungkinan efek samping:
1. **Efek samping pada wanita**:
- Efek samping yang umum termasuk sakit kepala, rasa panas, perubahan suasana hati, mual, perut kembung, dll.
- Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), yang menyebabkan gejala seperti pembengkakan ovarium dan nyeri perut.
- Efek samping yang kurang umum termasuk penglihatan kabur, nyeri payudara, dll.
2. **Efek samping pria**:
- Bagi pria, efek sampingnya mungkin berupa penurunan libido, nyeri payudara, perubahan berat badan, dll.
3. **Risiko lainnya**:
- Bila digunakan oleh wanita hamil, Clomid dapat meningkatkan risiko cacat lahir tertentu, terutama kemungkinan kehamilan ganda.
### Tindakan pencegahan:
- Bila menggunakan Clomid harus dilakukan di bawah bimbingan dokter dan ovulasi harus dipantau untuk menghindari rangsangan berlebihan pada ovarium.
- Pasien dengan riwayat masalah fungsi hati, tumor ovarium, atau kanker rahim sebaiknya menghindari penggunaan Clomid.
- Penggunaan Clomid dalam jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan ovarium atau meningkatkan risiko kehamilan ganda.
Secara umum, Clomid merupakan obat yang efektif untuk mengatasi infertilitas ovulasi wanita, namun harus digunakan di bawah bimbingan dokter untuk memastikan kemanjuran dan mengurangi risiko efek samping.

Manfaat terkait bubuk mentah Clomiphene citrate (Clomid).
Clomiphene citrate (nama dagang: Clomid) merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi infertilitas, terutama gangguan ovulasi pada wanita. Ini adalah obat oral yang merangsang ovulasi ovarium dengan merangsang kadar hormon dalam tubuh. Selain penggunaannya dalam pengobatan infertilitas, Clomiphene citrate memiliki beberapa manfaat potensial lainnya. Berikut ini adalah pengenalan rinci:
### 1. **Meningkatkan ovulasi dan mengobati infertilitas**
Kegunaan utama Clomiphene citrate adalah untuk mengobati infertilitas akibat gangguan ovulasi pada wanita. Mekanisme kerjanya adalah meningkatkan sekresi hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) dengan menghambat efek umpan balik estrogen dalam tubuh, sehingga meningkatkan ovulasi ovarium. Secara khusus, ini mengaktifkan sekresi gonadotropin melalui hipotalamus dan kelenjar pituitari, menyebabkan ovarium melepaskan sel telur. Inilah manfaat Clomid yang paling banyak digunakan.
- **Meningkatkan fungsi ovulasi**: Bagi wanita dengan gangguan ovulasi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), Clomid dapat secara efektif merangsang ovulasi ovarium dan meningkatkan kemungkinan kehamilan.
- **Meningkatkan peluang kehamilan**: Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Clomid dapat secara signifikan meningkatkan tingkat keberhasilan kehamilan pada wanita tidak subur.
### 2. **Peningkatan kesuburan pria**
Meskipun Clomid terutama digunakan pada wanita, Clomid juga dapat digunakan untuk mengatasi beberapa masalah kesuburan pria. Infertilitas pria dapat disebabkan oleh rendahnya testosteron atau masalah endokrin. Clomiphene citrate dapat membantu pria mengembalikan kadar testosteron normal dan meningkatkan kualitas sperma dengan mengatur kadar hormon.
- **Meningkatkan Kualitas Sperma**: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Clomid dapat membantu meningkatkan jumlah, motilitas, dan kualitas sperma pada pria.
- **Meningkatkan Kadar Testosteron**: Clomid terkadang digunakan untuk merawat pria dengan kadar testosteron rendah dengan meningkatkan produksi testosteron dalam tubuh.
### 3. **Untuk pengendalian ovulasi wanita (seperti bantuan IVF)**
Clomid juga biasa digunakan sebagai obat tambahan selama prosedur fertilisasi in vitro (IVF) untuk membantu wanita mengontrol ovulasi selama siklus alami atau siklus superstimulasi. Ini dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk meningkatkan jumlah folikel dan meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.
### 4. **Membantu mengatasi Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)**
PCOS adalah penyakit endokrin umum pada wanita yang menyebabkan ovulasi tidak teratur atau tidak ada sama sekali. Clomid dapat membantu pasien memulihkan ovulasi normal dan meningkatkan peluang kehamilan dengan merangsang ovulasi ovarium.
### 5. **Meningkatkan keseimbangan kadar testosteron dalam tubuh**
Clomid digunakan oleh beberapa pria untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh rendahnya testosteron. Secara tidak langsung meningkatkan sekresi testosteron dengan merangsang kelenjar pituitari untuk mengeluarkan lebih banyak LH dan FSH. Meskipun Clomid sendiri tidak secara langsung meningkatkan testosteron, namun dapat meningkatkan kadar testosteron serum dengan cara ini.
### 6. **Mempromosikan penurunan berat badan (efek tidak langsung)**
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Clomid secara tidak langsung dapat meningkatkan penurunan berat badan dengan mengatur sistem endokrin dan meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Khusus untuk pasien PCOS, Clomid dapat membantu menurunkan berat badan, sehingga dapat meningkatkan penanda kesehatan lainnya seperti sensitivitas insulin.
### 7. **Meningkatkan keteraturan siklus menstruasi**
Clomid dapat membantu memperbaiki siklus menstruasi yang tidak teratur dengan mengembalikan fungsi ovulasi normal. Bagi beberapa wanita dengan menstruasi tidak teratur, Clomid dapat secara efektif merangsang ovarium dan meningkatkan menstruasi normal.
### 8. **Pengobatan Kanker Payudara (Aplikasi Efek Samping)**
Clomid juga berpotensi sebagai pengobatan kanker payudara, terutama pada penderita kanker payudara reseptor estrogen positif. Clomid menghambat efek estrogen dalam tubuh dengan bersaing dengan reseptor estrogen, yang dapat membantu mengobati beberapa jenis kanker payudara. Namun penggunaannya belum meluas dan masih dalam tahap penelitian.
### 9. **Meningkatkan kepadatan tulang**
Karena Clomid meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh dalam beberapa kasus, secara tidak langsung dapat membantu menjaga kepadatan tulang, terutama bagi wanita yang sedang mengalami menopause. Mempertahankan kadar estrogen yang tepat dapat membantu mencegah osteoporosis.

Detail Kontak (WhatsApp Telegram) Dan Metode Pembayaran
WhatsApp/Telegram:+852 6749 2648
Gmail:lucasraws207@gmail.com
Skype:langsung:.cid.8f21dc7fc6621ba7

Pertanyaan Umum
T: Bagaimana cara kerja Clomiphene citrate (Clomid)?
A: Clomid merangsang ovulasi dengan mengatur kadar hormon dalam tubuh, terutama estrogen. Ia bekerja dengan memblokir reseptor estrogen di hipotalamus, menipu otak agar berpikir bahwa kadar estrogen dalam tubuh terlalu rendah, yang pada gilirannya mendorong hipotalamus mengeluarkan lebih banyak gonadotropin (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH). Hormon-hormon ini mendorong ovarium untuk memproduksi folikel dan mendorong proses ovulasi.
T: Untuk apa Clomiphene citrate (Clomid) digunakan?
J: Clomid terutama digunakan untuk mengobati kondisi berikut:
- **Infertilitas**: Digunakan untuk mengobati gangguan ovulasi dan membantu wanita memulihkan ovulasi normal.
- **Sindrom ovarium polikistik (PCOS)**: Kondisi ini sering menyebabkan wanita tidak berovulasi secara normal, dan Clomid dapat membantu memulihkan ovulasi.
- **Infertilitas pria ringan**: Clomid juga dapat digunakan untuk mengatasi rendahnya jumlah sperma pada pria, namun biasanya ini bukan pengobatan pilihan pertama.
T: Berapa dosis umum Clomiphene citrate (Clomid)?
J: Clomid biasanya dimulai dengan dosis 50 mg per hari dalam siklus pengobatan 5-hari. Biasanya dimulai pada hari ke 5 siklus menstruasi. Tergantung pada respons pasien, dokter dapat meningkatkan dosis pada siklus berikutnya, biasanya hingga 50 mg per siklus, hingga maksimum 150 mg per hari.
Tag populer: bubuk mentah klomifen sitrat(clomid) cas:50-41-9, bubuk mentah klomifen sitrat(clomid) Cina cas:50-41-9 produsen, pemasok, pabrik

