↵
Pengenalan Produk
Nama:Letrozol
Manfaat Produk:Mengobati kanker payudara yang reseptor hormon positif
CAS:112809-51-5
Kapasitas:/
Bentuk Produk:Bubuk kristal putih atau putih pucat
Umur Simpan:2-3Tahun(Tanggal pengemasan produk yang berlaku)
Informasi bubuk mentah Letrozole
Letrozole adalah obat antiestrogen nonsteroid yang termasuk dalam golongan obat aromatase inhibitor (AI), biasa digunakan untuk mengobati kanker payudara yang bergantung pada estrogen, terutama pada wanita pascamenopause. Ia bekerja dengan menghambat kerja aromatase, menurunkan kadar estrogen dalam tubuh, sehingga memperlambat atau mencegah pertumbuhan tumor terkait estrogen.
### 1. **Sifat kimia dan fisika**
- **Nama kimia**: Letrozol
- **Rumus molekul**: C17H11N5
- **Berat molekul**: 285,31 g/mol
- **Struktur kimia**: Letrozole adalah senyawa fenilpirazol dengan atom nitrogen dan cincin aromatik dalam struktur kimianya.
- **Penampilan**: Bubuk letrozole berwarna putih atau putih pucat, biasanya berupa bubuk kristal.
### 2. **Mekanisme dan tindakan**
Efek utama Letrozole adalah mengurangi sintesis estrogen dengan menghambat aktivitas aromatase. Aromatase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk mengubah androgen menjadi estrogen. Dengan menghambat aromatase, Letrozole mengurangi kadar estrogen dalam tubuh, sehingga memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara yang bergantung pada estrogen.
### 3. **Dosis dan Pemakaian**
Dosis klinis umum Letrozole bergantung pada situasi spesifik pasien, namun dalam pengobatan kanker payudara, dosis umum adalah:
- **Dosis standar**: 2,5 mg setiap kali, diminum sekali sehari.
- **Siklus pengobatan**: Siklus pengobatan biasanya 5 tahun, terutama pada pasien kanker payudara pascamenopause, biasanya digunakan untuk mencegah kekambuhan kanker.
Letrozole terkadang digunakan untuk mengobati penyakit lain (seperti sindrom ovarium polikistik atau infertilitas, dll.), namun penggunaannya masih terbatas pada pengobatan kanker.
### 4. **Farmakokinetik (waktu paruh dan penyerapan)**
- **Penyerapan dan bioavailabilitas**: Letrozole diserap dengan cepat setelah pemberian oral, dan bioavailabilitas oral sekitar 99%. Obat ini tidak bergantung pada makanan, menunjukkan bahwa efeknya serupa bila dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- **Distribusi**: Tingkat pengikatan protein Letrozole dalam plasma sekitar 60-70%. - **Waktu paruh**: Letrozole memiliki waktu paruh sekitar 2 hari (sekitar 48 jam), yang berarti memerlukan waktu lama untuk dibersihkan dari tubuh.
- **Metabolisme dan ekskresi**: Letrozole terutama dimetabolisme oleh hati, dan metabolitnya diekskresikan melalui urin. Metabolismenya relatif lambat, sehingga dapat menumpuk di dalam tubuh bila digunakan dalam waktu lama.
### 5. **Siklus aksi dan kemanjuran**
- **Efek awal**: Efek Letrozole biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah dimulainya pengobatan, dan penggunaan jangka panjang dapat secara efektif mengurangi kadar estrogen dalam tubuh.
- **Siklus pengobatan**: Biasanya, Letrozole digunakan selama beberapa tahun (misalnya, pengobatan tambahan untuk kanker payudara biasanya memakan waktu 5-tahun). Durasi efek penekanan tumornya terkait dengan faktor-faktor seperti tingkat estrogen pasien dan jenis kanker.
### 6. **Efek samping dan risiko**
Meskipun Letrozole efektif dalam mengobati kanker payudara, penggunaan jangka panjang juga dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama termasuk:
- **Hot flashes**: Wanita, terutama setelah menopause, mungkin mengalami hot flashes (hot flashes) dan peningkatan keringat.
- **Penurunan kepadatan tulang**: Penggunaan Letrozole dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis karena menyebabkan rendahnya kadar estrogen.
- **Nyeri sendi**: Beberapa pasien melaporkan ketidaknyamanan dan nyeri sendi.
- **Masalah kardiovaskular**: Penekanan estrogen jangka panjang dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
- **Ketidaknyamanan gastrointestinal**: Gejala seperti mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.
Efek samping yang kurang umum termasuk kerusakan hati, gejala depresi, dll.
### 7. **Aplikasi klinis**
Letrozole terutama digunakan untuk:
- **Kanker payudara**: Letrozole adalah obat yang umum digunakan, terutama dalam pengobatan kanker payudara estrogen receptor-positif (ER+) pada wanita pascamenopause.
- **Pengobatan infertilitas**: Letrozole terkadang digunakan untuk menginduksi ovulasi, terutama pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), sebagai alternatif pengganti klomifen.
- **Terapi tambahan**: Dalam pengobatan tambahan kanker payudara, Letrozole dapat digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mencegah kekambuhan.
### 8. **Tindakan pencegahan lainnya**
- **Kontraindikasi**: Letrozole dikontraindikasikan untuk wanita hamil dan menyusui karena berpotensi membahayakan janin dan bayi.
- **Interaksi obat**: Letrozole dapat berinteraksi dengan beberapa obat, terutama yang mempengaruhi enzim metabolisme hati (seperti obat antiepilepsi tertentu, antibiotik, dll.). Beritahu dokter Anda tentang semua obat yang Anda minum sebelum digunakan.
### Ringkasan
Letrozole merupakan penghambat aromatase efektif yang banyak digunakan untuk mengobati kanker payudara, terutama pada wanita pascamenopause. Ini menghambat pertumbuhan sel kanker dengan mengurangi kadar estrogen dalam tubuh, dan kemanjurannya luar biasa, namun penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti penurunan kepadatan tulang dan nyeri sendi. Oleh karena itu, efek samping, terutama perubahan kepadatan tulang dan kesehatan jantung, perlu dipantau secara rutin saat menggunakan Letrozole.

Cara kerja bubuk mentah Letrozole
Letrozole adalah penghambat aromatase yang umum digunakan untuk mengobati kanker payudara yang bergantung pada estrogen, terutama pada wanita pascamenopause. Berikut beberapa detail tentang bubuk mentah Letrozole, termasuk populasi yang berlaku, prinsip kerja dan dosis.
### 1. Populasi Letrozole yang berlaku
1. **Pasien kanker payudara:**
Letrozole paling sering digunakan untuk mengobati kanker payudara, terutama kanker payudara estrogen receptor-positif (ER+). Obat ini biasanya digunakan pada wanita pascamenopause atau sebagai terapi tambahan setelah operasi pengangkatan tumor.
- **Terapi adjuvan**: Digunakan untuk pasien kanker payudara yang telah menjalani operasi, radioterapi, atau kemoterapi untuk mengurangi risiko kambuhnya kanker.
- **Kanker payudara metastatik**: Letrozole juga sering digunakan sebagai pengobatan untuk pasien kanker payudara yang telah bermetastasis.
2. **Sindrom ovarium polikistik (PCOS):**
Letrozole juga digunakan untuk mengobati infertilitas pada beberapa wanita, terutama penderita PCOS. Ini membantu menginduksi ovulasi dan merupakan pengobatan yang relatif baru dan efektif.
3. **Pengobatan pencegahan (penelitian parsial):**
Terdapat beberapa penelitian yang mengeksplorasi potensi Letrozole sebagai pengobatan pencegahan bagi orang-orang yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, namun hal ini masih dalam tahap uji klinis.
### 2. Cara kerja Letrozol
Letrozole bekerja dengan menghambat aromatase. Aromatase adalah enzim kunci dalam tubuh yang mengubah androgen menjadi estrogen. Dengan menghambat aromatase, Letrozole mampu menurunkan kadar estrogen dalam tubuh, terutama pada wanita pascamenopause, dimana produksi estrogen terutama bergantung pada kerja aromatase.
- **Dalam pengobatan kanker payudara**: Estrogen biasanya mendorong pertumbuhan jenis sel kanker payudara tertentu. Dengan menghambat sintesis estrogen, Letrozole dapat mengurangi pertumbuhan dan proliferasi sel kanker payudara.
- **Pada sindrom ovarium polikistik**: Dengan mengurangi tingkat estrogen dalam tubuh, Letrozole merangsang kelenjar pituitari untuk mengeluarkan hormon perangsang folikel (FSH), sehingga mendorong perkembangan folikel dan membantu ovulasi.
### 3. Penggunaan dan dosis Letrozole
#### 1. **Pengobatan kanker payudara**
- **Dosis dewasa reguler**:
- Pengobatan kanker payudara metastatik atau kanker payudara dini: Dosis umum yang dianjurkan adalah 2,5 mg sekali sehari.
- Terapi adjuvan (seperti setelah operasi): 2,5 mg sekali sehari, biasanya selama 5 tahun, waktu pengobatan spesifik perlu ditentukan sesuai petunjuk dokter.
- **Penggunaan**: Oral, saat makan atau saat perut kosong, dianjurkan untuk meminumnya pada waktu yang tetap setiap hari.
#### 2. **Induksi ovulasi untuk sindrom ovarium polikistik**
- **Dosis** : Dosis biasa 2,5 mg sehari sekali, siklus pengobatan 5 hari, biasanya dimulai hari ke-3 siklus haid, dan minum obat terus menerus selama 5 hari.
- **Proses pengobatan**: Selama periode ini, dokter mungkin memantau pertumbuhan folikel sesuai dengan respons pasien dan menyesuaikan dosis jika perlu.
#### 3. **Indikasi dan dosis lainnya**
Dosis Letrozole dapat disesuaikan dengan situasi spesifik pasien dan tujuan pengobatan, sehingga instruksi dokter harus benar-benar diikuti saat menggunakannya.
### 4. Efek samping Letrozole
Sebagai obat yang ampuh, Letrozole dapat menyebabkan beberapa efek samping. Efek samping yang umum meliputi:
- **Hot flashes**: Mirip dengan gejala menopause, gejala ini bermanifestasi sebagai wajah memerah dan demam secara tiba-tiba.
- **Osteoporosis**: Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang, sehingga kepadatan tulang harus diperiksa secara rutin saat menggunakannya.
- **Nyeri sendi atau nyeri otot**: Efek samping ini lebih umum terjadi dan dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien.
- **Mual, kelelahan**: Beberapa pasien mungkin mengalami mual ringan, kelelahan, dan gejala ketidaknyamanan lainnya.
- **Masalah kardiovaskular**: Beberapa pasien mungkin mengalami masalah kardiovaskular seperti hipertensi atau dislipidemia.
**Efek samping serius**:
- **Kerusakan fungsi hati**: Sejumlah kecil pasien mungkin mengalami masalah hati dan perlu memantau fungsi hati secara teratur.
- **Reaksi alergi**: Jika terjadi gejala alergi seperti ruam dan kesulitan bernapas, segera hentikan penggunaan dan dapatkan bantuan medis.
### 5. Tindakan pencegahan dalam penggunaan
- **Orang dengan gangguan fungsi hati dan ginjal**: Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal harus menggunakannya di bawah bimbingan dokter.
- **Kehamilan dan menyusui**: Letrozole merupakan obat yang mempunyai potensi risiko terhadap janin, sehingga sebaiknya wanita hamil dan menyusui menghindari penggunaannya.
- **Interaksi obat**: Letrozole dapat berinteraksi dengan obat lain, terutama obat hormonal atau obat antiepilepsi. Oleh karena itu, Anda perlu memberi tahu dokter bila menggunakan obat lain.
Secara umum, Letrozole merupakan obat yang sangat efektif, terutama dalam pengobatan kanker payudara dan sindrom ovarium polikistik, namun efek samping dan tindakan pencegahan saat menggunakannya perlu ditangani dengan hati-hati.

Manfaat terkait bubuk mentah Letrozole
Letrozole merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengobati kanker payudara dan termasuk dalam golongan aromatase inhibitor. Ia bekerja dengan menghambat aksi aromatase, mengurangi sintesis estrogen. Estrogen berperan dalam mendorong pertumbuhan tumor pada beberapa jenis kanker payudara, sehingga Letrozole sering digunakan untuk mengobati kanker payudara dengan reseptor hormon positif. Berikut manfaat Letrozole:
1. **Pengobatan kanker payudara reseptor hormon positif**: Letrozole menghambat aromatase dan mengurangi tingkat estrogen dalam tubuh, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker payudara yang bergantung pada hormon. Hal ini sering digunakan pada wanita pascamenopause untuk membantu mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara.
2. **Pengobatan tambahan kanker payudara**: Untuk pengobatan bedah kanker payudara, Letrozole sering digunakan sebagai obat pengobatan tambahan untuk mencegah kambuhnya kanker setelah operasi, terutama setelah pasien menjalani reseksi bedah dan kemoterapi.
3. **Pengobatan infertilitas (sindrom ovarium polikistik, PCOS pada wanita)**: Letrozole juga digunakan untuk mengobati infertilitas, terutama pada pasien dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS). Ini dapat secara efektif merangsang ovulasi dan merupakan pilihan pengobatan yang relatif baru dan lebih baik daripada klomifen tradisional.
4. **Mengurangi risiko penyakit terkait hormon**: Letrozole mungkin berperan dalam mencegah atau mengobati penyakit terkait hormon lainnya, seperti endometriosis, dengan mengurangi kadar estrogen dalam tubuh.
5. **Efek kepadatan tulang**: Penggunaan Letrozole dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kepadatan tulang, karena kadar estrogen yang rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Namun demikian, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat peningkat kepadatan tulang atau suplemen kalsium dan vitamin D sebagian dapat mengimbangi efek samping ini.
6. **Efek anti-tumor**: Selain kanker payudara, efek anti-estrogen Letrozole juga menunjukkan bahwa ia mungkin memiliki efek penghambatan tertentu pada kanker lain yang bergantung pada estrogen, seperti kanker ovarium atau kanker rahim. Penelitian semakin mengeksplorasi potensinya dalam pengobatan kanker ini.
7. **Keunggulan dibandingkan tamoxifen**: Letrozole umumnya dianggap memiliki kemanjuran yang lebih baik dalam mengobati kanker payudara dibandingkan tamoxifen (obat anti-estrogen umum lainnya). Terutama ketika merawat wanita pascamenopause, Letrozole umumnya lebih efektif dibandingkan tamoxifen.
8. **Olahraga dan pengelolaan berat badan**: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Letrozole mungkin memiliki efek positif tertentu dalam mengurangi berat badan dan meningkatkan metabolisme lemak, namun hal ini belum dapat disimpulkan.
Meski manfaat Letrozole cukup besar, namun efek sampingnya juga perlu diwaspadai, antara lain nyeri sendi, penurunan kepadatan tulang, hot flashes, penambahan berat badan, dan lain-lain. Selain itu, penggunaan Letrozole harus dilakukan di bawah bimbingan dokter. Apalagi bila digunakan dalam jangka waktu lama, pemeriksaan rutin terhadap kepadatan tulang serta fungsi hati dan ginjal sangatlah penting.

Detail Kontak (WhatsApp Telegram) Dan Metode Pembayaran
WhatsApp/Telegram:+852 6749 2648
Gmail:lucasraws207@gmail.com
Skype:langsung:.cid.8f21dc7fc6621ba7

Pertanyaan Umum
T: Bagaimana cara kerja Letrozole?
Jawaban: Letrozole bekerja dengan cara menghambat enzim aromatase. Aromatase adalah enzim kunci yang mengubah hormon pria, seperti testosteron dan androstenedion, menjadi estrogen. Pada wanita pascamenopause, sumber utama estrogen adalah aromatase. Dengan menghambat aktivitas enzim ini, Letrozole secara signifikan mengurangi kadar estrogen dalam tubuh, membantu memperlambat atau menghentikan proliferasi sel kanker payudara yang bergantung pada estrogen untuk pertumbuhannya.
T: Apa kegunaan klinis Letrozole?
J: Letrozole terutama digunakan untuk mengobati kanker payudara reseptor estrogen positif pada wanita pascamenopause. Ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan perawatan lain seperti pembedahan, kemoterapi, atau radiasi. Selain itu, Letrozole juga dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk membantu mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara.
T: Apa saja persyaratan kendali mutu untuk Letrozole API?
A: Proses produksi Letrozole API harus benar-benar mengikuti standar kualitas yang ditentukan dalam Farmakope. Persyaratan kendali mutu yang umum meliputi:
- **Kemurnian**: Pastikan kemurnian Letrozole API memenuhi standar farmasi, yang biasanya memerlukan kemurnian tidak kurang dari 98%.
- **Kelarutan**: Kelarutan zat obat sangat penting untuk bioavailabilitas obat.
- **Ukuran Partikel**: Ukuran partikel API perlu dikontrol untuk memastikan stabilitas dan ketersediaan hayati formulasi akhir.
- **Logam Berat dan Pengotor**: Periksa kandungan logam berat dan kemungkinan pengotor lainnya di API untuk memastikan bahwa mereka berada dalam kisaran yang diizinkan.
Tag populer: bubuk mentah letrozole cas:112809-51-5, bubuk mentah letrozole cas:112809-51-5 produsen, pemasok, pabrik

