Peptida Dermorphin 5mg CAS:77614-16-5

Peptida Dermorphin 5mg CAS:77614-16-5
perkenalan produk:
Dermorphin adalah senyawa peptida alami yang pertama kali ditemukan pada sekresi kulit katak beracun Amerika Selatan (Phyllobates). Ini terdiri dari tujuh residu asam amino, secara struktural mirip dengan peptida opioid endogen, dan merupakan agonis reseptor μ-opioid yang sangat selektif. Efek kuat Dermorphin menjadikannya kandidat penting untuk penelitian opioid, terutama dalam hal potensi analgesik dan ansiolitiknya. Dibandingkan dengan opioid tradisional seperti morfin, Dermorphin memiliki efek analgesik yang lebih kuat, namun efek sampingnya relatif kecil, sehingga telah menjadi pusat penelitian dalam konteks kekhawatiran yang lebih besar terhadap ketergantungan opioid. Meskipun memiliki efek yang sangat baik dalam anestesi dan analgesia, efisiensi tinggi dan aktivitas biologis dermorphin yang kuat juga menyebabkan potensi risiko penyalahgunaan dan keamanan obat, sehingga memerlukan pemantauan klinis yang lebih ketat. Ia berikatan dengan reseptor μ-opioid, mengaktifkan jalur sinyal berpasangan protein G, dan menghambat transmisi informasi nyeri yang dikirimkan oleh saraf, sehingga memberikan efek analgesik yang kuat.
Kirim permintaan
Deskripsi
Parameter teknis

 

Pengenalan Produk

Nama:Dermorfin

Manfaat Produk:Meningkatkan fungsi motorik

CAS:77614-16-5

Kapasitas:5mg/botol

Bentuk Produk:Bubuk putih atau putih pucat(Peptida)

Umur Simpan:2-3Tahun(Tanggal pengemasan produk yang berlaku)

Apa itu peptida Dermorphin?

 

**Dermorphin** merupakan senyawa peptida alami dari kulit katak yang memiliki efek analgesik dan analgesik yang kuat. Ini adalah anggota peptida opioid endogen, khususnya peptida yang disekresikan dari kulit katak. Struktur kimianya mirip dengan zat opioid lain seperti morfin, namun efek analgesiknya jauh lebih kuat dibandingkan morfin.

 

### Sifat fisika dan kimia:

- **Struktur kimia**: Dermorphin adalah peptida yang terdiri dari 7 asam amino, dengan nama kimia **Tyr-D-Ala-Phe-Gly-Tyr-Pro-Ser-NH2**. Strukturnya memiliki dua asam amino aromatik (Tirosin Tyr dan Phe Phe), serta beberapa asam amino yang aktif secara biologis.

- **Berat molekul**: Berat molekul Dermorphin kira-kira **1023 Da**.

- **Kelarutan**: Karena sifat peptidanya, Dermorphin larut dalam air, namun lebih stabil pada nilai pH yang sangat rendah. Kelarutannya mirip dengan senyawa opioid molekul kecil lainnya.

 

### Tindakan biologis:

Dermorphin memiliki **efek analgesik** yang sangat kuat, biasanya sekitar 30 hingga 40 kali lebih kuat daripada morfin. Ia melakukan tindakan biologisnya dengan mengikat reseptor opioid, terutama reseptor μ (reseptor mu-opioid). Karena afinitasnya yang sangat kuat terhadap reseptor opioid, obat ini dapat dengan cepat memberikan efek analgesik yang kuat dan memiliki toleransi yang rendah. Dibandingkan dengan zat opioid lainnya, Dermorphin tidak hanya memiliki efek analgesik yang kuat, namun juga memiliki efek samping yang lebih sedikit, terutama pada dosis rendah.

 

### Dosis dan penggunaan:

Dosis Dermorphin tergantung pada skenario penggunaan dan cara pemberian. Penggunaannya dalam pengembangan obat terutama sebagai analgesik kuat, dan juga digunakan untuk mengobati nyeri akut atau kronis pada beberapa hewan percobaan. Untuk penelitian atau penggunaan klinis, dosis Dermorphin perlu disesuaikan dengan perbedaan individu, derajat nyeri, dan kombinasi penggunaan obat lain.

Kisaran dosis umum:

- **Pada percobaan dengan hewan**: Biasanya diberikan pada tingkat mikrogram, dosisnya bervariasi tergantung pada tujuan percobaan, umumnya 00,01 hingga 1 mikrogram per kilogram berat badan.

- **Penelitian klinis**: Dermorphin, sebagai analgesik potensial, belum banyak digunakan dalam praktik klinis, namun data eksperimental menunjukkan bahwa untuk nyeri kronis atau akut yang lebih parah, mungkin diperlukan dosis yang lebih rendah daripada morfin.

 

### Waktu paruh dan farmakokinetik:

Dermorphin memiliki waktu paruh yang relatif singkat di dalam tubuh, biasanya antara beberapa menit hingga lebih dari sepuluh menit. Waktu paruhnya dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk cara pemberian, laju metabolisme dalam tubuh, dan status kesehatan pengguna.

Karena merupakan molekul peptida, Dermorphin biasanya perlu disuntikkan atau metode lain (seperti pemberian transdermal) agar efektif memasuki sirkulasi darah. Di dalam tubuh, ia cepat dipecah oleh enzim (seperti protease) dan kehilangan aktivitas biologisnya, sehingga diperlukan pemberian terus menerus untuk mempertahankan efek analgesik.

 

### Siklus dan durasi:

Dermorphin memiliki durasi kerja yang relatif singkat, biasanya mulai melemah secara bertahap dalam **30 menit hingga beberapa jam** setelah pemberian. Dibandingkan dengan analgesik opioid lainnya (seperti morfin), efek analgesik Dermorphin dimulai dengan sangat cepat, namun durasi kerjanya singkat, sehingga pemberian dosis yang sering mungkin diperlukan.

 

### Efek Samping dan Keamanan:

- **Efek analgesik**: Sebagai peptida opioid, Dermorphin memiliki efek analgesik yang signifikan, namun karena afinitasnya yang kuat terhadap reseptor μ, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan beberapa efek samping.

- **Kecanduan**: Meskipun Dermorphin sendiri memiliki tingkat kecanduan yang relatif rendah, sebagai peptida opioid yang kuat, Dermorphin juga memiliki risiko ketergantungan dan toleransi tertentu.

- **Depresi pernapasan**: Seperti semua opioid, Dermorphin dapat menyebabkan depresi pernapasan jika overdosis, yang merupakan efek samping opioid yang umum dan fatal.

- **Masalah sistem pencernaan**: Dermorphin dapat menyebabkan efek samping pencernaan seperti sembelit, yang merupakan efek samping umum dari sebagian besar opioid.

 

### Aplikasi klinis dan olahraga:

Saat ini, Dermorphin terutama digunakan dalam bidang **penelitian**, terutama dalam pengembangan analgesik baru. Dermorphin memiliki potensi dalam pengobatan karena efek analgesiknya yang kuat, namun belum banyak digunakan dalam pengobatan klinis karena efek samping dan risiko penyalahgunaan.

Dalam olahraga, Dermorphin tidak mempunyai kegunaan legal dan terdaftar sebagai obat terlarang, terutama dalam tes doping, dimana Dermorphin dapat dianggap sebagai zat terlarang. Penyalahgunaannya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama karena efek analgesiknya yang kuat, yang dapat menutupi rasa sakit atlet dan memperburuk cedera.

 

### Ringkasan:

Dermorphin adalah analgesik peptida kuat yang berasal dari kulit katak dengan afinitas reseptor μ-opioid yang sangat tinggi dan efek analgesik yang sekitar 30-40 kali lebih kuat daripada morfin. Meskipun obat ini bekerja cepat dan manjur, penggunaannya perlu dikontrol dengan ketat karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang serius seperti depresi pernafasan dan kecanduan. Saat ini terutama digunakan dalam bidang penelitian dan sedang dikembangkan sebagai analgesik yang potensial.

9

 

Bagaimana peptida Dermorphin bekerja

 

### Pengantar Dermorfin

**Dermorphin** adalah senyawa peptida alami yang diekstraksi dari sekresi kulit katak tertentu, seperti **katak pohon kadal** Meksiko (Phyllomedusa sauvagei). Ini adalah agonis reseptor mu-opioid dengan efek analgesik yang kuat dan lebih kuat dibandingkan opioid tradisional seperti morfin, tetapi memerlukan dosis yang lebih kecil.

 

### Populasi yang berlaku

Dermorphin terutama digunakan untuk populasi berikut:

1. **Pasien analgesik klinis**: Untuk pasien yang membutuhkan analgesia kuat namun resisten terhadap opioid tradisional, Dermorphin mungkin memiliki nilai klinis tertentu sebagai alternatif. Ini dapat memberikan analgesia yang cepat dan kuat, tetapi biasanya memerlukan pengawasan medis yang ketat.

2. **Pasien nyeri kronis**: Untuk pasien dengan nyeri kronis, terutama mereka yang menggunakan opioid jangka panjang dan telah mengembangkan toleransi, Dermorphin dapat memberikan bantuan yang lebih efektif.

3. **Model hewan dalam studi eksperimental**: Karena aktivitas biologisnya yang kuat, Dermorphin sering digunakan dalam eksperimen hewan untuk mempelajari mekanisme kerja reseptor opioid dan proses fisiologis nyeri.

4. **Kondisi khusus lainnya**: Dalam beberapa kasus, seperti nyeri akibat kanker, analgesia pasca operasi, dan bidang lainnya, Dermorphin juga dapat digunakan sebagai kandidat obat.

 

### Prinsip kerja

Dermorphin bekerja terutama melalui aktivasi **μ-reseptor opioid**. Reseptor μ-opioid adalah salah satu reseptor penting dalam tubuh manusia yang berhubungan dengan persepsi dan regulasi nyeri. Dengan mengikat reseptor ini, Dermorphin secara efektif dapat menghambat transmisi sinyal nyeri dan menghasilkan efek analgesik yang kuat.

- **Agonisme reseptor opioid**: Dermorphin terutama digunakan sebagai agonis reseptor μ-opioid. Mengaktifkan reseptor ini dapat menghambat respons sistem saraf terhadap rasa sakit.

- **Efek analgesik**: Karena kekuatan efeknya melebihi opioid tradisional, Dermorphin dapat menghasilkan efek analgesik yang kuat pada dosis rendah dan mengurangi efek samping.

- **Awal cepat**: Efeknya terjadi dengan cepat dan berlangsung dalam waktu singkat, yang mungkin memberikan beberapa keuntungan dalam pengobatan beberapa nyeri akut.

 

### Dosis dan Cara Pemberian

Karena Dermorphin adalah zat yang sangat efektif dan sangat bioaktif, penggunaan dan dosisnya harus sangat hati-hati dan biasanya digunakan di bawah pengawasan medis yang ketat. Dosis dan pemberian spesifik bergantung pada situasi spesifik pasien dan tujuan pengobatan. Berikut ini adalah pedoman umum:

1. **Dosis**:

- **Dewasa**: Untuk pasien dewasa, dosis Dermorphin perlu disesuaikan dengan tingkat nyeri masing-masing, toleransi obat, dan respons terhadap obat. Umumnya, dalam penelitian eksperimental dan uji pada hewan, kisaran dosisnya sempit dan dosisnya kecil.

- **Mulai dengan dosis rendah**: Mengingat efeknya yang kuat, biasanya disarankan untuk memulai dengan dosis yang lebih rendah dan secara bertahap menyesuaikannya.

2. **Rute administrasi**:

- **Injeksi**: Rute pemberian Dermorphin yang paling umum adalah injeksi subkutan atau injeksi intravena.

- **Bentuk pemberian lainnya**: Belum populer, namun penggunaan oral atau topikal juga dapat terjadi dalam percobaan.

3. **Tindakan Pencegahan**:

- **Pemantauan efek samping**: Saat menggunakan Dermorphin, Anda harus memperhatikan kemungkinan efek sampingnya, seperti depresi pernafasan, toleransi, kecanduan, dll.

- **Tingkatkan dosis secara bertahap**: Karena efek analgesiknya yang kuat, mungkin perlu meningkatkan dosis secara bertahap untuk memastikan efek analgesik terbaik sekaligus meminimalkan efek samping.

- **Ketergantungan dan kecanduan**: Seperti opioid lainnya, Dermorphin dapat menyebabkan masalah ketergantungan dan kecanduan, sehingga diperlukan pemantauan ketat dan siklus penggunaan yang tepat.

4. **Kontraindikasi**:

- Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan Dermorphin.

- Pasien dengan depresi pernapasan berat, insufisiensi hati dan ginjal, atau penggunaan opioid berlebihan lainnya harus menghindari penggunaannya.

 

### Ringkasan

Dermorphin adalah senyawa peptida opioid kuat dengan efek analgesik yang signifikan. Meskipun memiliki efek yang kuat, penggunaan Dermorphin harus dilakukan di bawah pengawasan medis yang ketat karena efek samping dan potensi kecanduannya. Untuk manajemen nyeri dalam keadaan khusus, ini mungkin merupakan pilihan pengobatan yang efektif, namun harus digunakan dengan hati-hati untuk menghindari penyalahgunaan dan penggunaan yang tidak tepat.

37

 

Manfaat Terkait Peptida Dermorphin

 

**Dermorphin** adalah senyawa peptida alami yang termasuk dalam kelas peptida opioid endogen. Ini diekstraksi dari sekresi kulit katak tertentu, seperti genus *Phyllomedusa* di Amerika Selatan. Dermorphin secara struktural mirip dengan peptida opioid lainnya, seperti endorfin dan enkephalin, dan oleh karena itu memiliki efek fisiologis yang mirip dengan opioid, namun berbeda dalam potensi dan sifat farmakologis.

Berikut beberapa kemungkinan manfaat dan penerapan Dermorphin:

 

### 1. **Efek analgesik** Dermorphin, sebagai peptida opioid, memiliki efek analgesik yang kuat. Dibandingkan dengan opioid tradisional (seperti morfin), Dermorphin mungkin memiliki potensi lebih tinggi dan persyaratan dosis lebih rendah saat memberikan analgesia. Penelitian telah menunjukkan bahwa Dermorphin puluhan kali lebih kuat dibandingkan morfin, sehingga mungkin merupakan kandidat potensial untuk pengembangan obat analgesik baru. Karena ini adalah peptida endogen, efeknya mungkin juga memiliki lebih sedikit masalah ketergantungan dan resistensi, meskipun hal ini masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk memverifikasinya.

### 2. **Lebih sedikit efek samping**

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Dermorphin mungkin memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan opioid tradisional. Opioid tradisional dapat menyebabkan kecanduan, depresi pernapasan, sembelit, dan masalah lain bila digunakan, namun karena struktur molekul dan mekanisme kerja Dermorphin yang berbeda, risiko efek samping ini mungkin lebih rendah. Namun, studi klinis yang lebih luas masih diperlukan untuk memastikan keamanannya.

### 3. **Peningkatan fungsi motorik**

Dermorphin telah menunjukkan peningkatan fungsi motorik pada beberapa hewan percobaan. Ini dapat mempengaruhi transmisi sinyal di sistem saraf melalui interaksi dengan reseptor opioid, sehingga meningkatkan kontrol motorik. Meskipun hal ini masih memerlukan lebih banyak penelitian dan verifikasi, potensi efek neuroprotektifnya dapat memberikan pendekatan terapeutik baru untuk pengobatan penyakit neuron motorik (seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis, dll.).

### 4. **Efek pada sistem kekebalan tubuh**

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Dermorphin mungkin memiliki efek pengaturan tertentu pada sistem kekebalan tubuh. Sebagai peptida opioid, obat ini dapat memengaruhi respons imun dan inflamasi, dan meskipun efek ini belum sepenuhnya diteliti, obat ini memberikan arahan baru untuk kemungkinan pengobatan imunomodulator.

### 5. **Efek antidepresan dan obat penenang**

Seperti peptida opioid lainnya, Dermorphin mungkin juga memiliki beberapa efek antidepresan dan obat penenang. Penelitian telah menunjukkan bahwa peptida opioid tertentu dapat meningkatkan mood dan menghilangkan stres dengan mengatur keseimbangan neurotransmiter di otak. Sebagai peptida opioid yang kuat, Dermorphin dapat membantu meringankan gangguan mood seperti kecemasan dan depresi dengan mengatur pelepasan neurotransmiter.

### 6. **Efek anti penuaan**

Opioid telah terlibat dalam regulasi proses penuaan dalam beberapa penelitian. Meskipun saat ini belum ada penelitian besar yang secara khusus mengamati efek anti-penuaan Dermorphin, mekanisme kerjanya menunjukkan bahwa Dermorphin dapat memperlambat proses penuaan dengan mengatur sistem saraf, mengurangi stres oksidatif, dan mendorong perbaikan sel.

### 7. **Efek antibakteri**

Penelitian telah menunjukkan bahwa Dermorphin mungkin memiliki sifat antibakteri, terutama potensinya untuk melawan infeksi bakteri tertentu. Beberapa peptida memiliki efek antimikroba alami dan dapat mengganggu struktur membran sel bakteri melalui interaksi dengannya, sehingga mencegah pertumbuhan bakteri. Meskipun penelitian di bidang ini masih relatif awal, penelitian ini mungkin memberikan ide menarik untuk pengembangan peptida antimikroba baru.

### 8. **Pengaruh terhadap kesehatan mental dan perilaku**

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peptida opioid dapat memengaruhi peran neurotransmiter (seperti dopamin, serotonin, dll.) di otak, sehingga mengubah emosi dan perilaku seseorang. Dermorphin, sebagai peptida opioid, mungkin memiliki dampak tertentu pada kesehatan mental, terutama dalam meredakan gejala kecemasan dan depresi terkait nyeri.

### 9. **Potensi resistensi obat**

Karena Dermorphin memiliki mekanisme kerja yang berbeda dari opioid lain, Dermorphin dapat membantu mengatasi masalah resistensi opioid yang ada. Masalah resistensi dan ketergantungan opioid merupakan tantangan besar dalam pengobatan saat ini, dan Dermorphin dapat memberikan alternatif yang lebih aman dan efektif.

### 10. **Efek neuroprotektif**

Dermorphin telah menunjukkan beberapa efek neuroprotektif pada beberapa model hewan dan dapat membantu memperlambat proses patologis yang berhubungan dengan penyakit neurodegeneratif (seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dll.). Efek pengaturan peptida opioid pada sistem saraf pusat dapat membantu melindungi neuron dari kerusakan, mengurangi respons inflamasi dan stres oksidatif, sehingga memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif.

### Aplikasi dan prospek klinis

Meskipun penelitian mengenai Dermorphin masih dalam tahap awal, penelitian ini telah menunjukkan potensi yang luas dalam bidang farmakologi dan pengobatan klinis. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi cara memaksimalkan manfaat terapeutik melalui metode pemberian obat yang berbeda (seperti penggunaan oral, injeksi, atau topikal) dan mengatasi potensi efek samping dan masalah keamanan. Selain itu, penggunaan Dermorphin masih tunduk pada batasan hukum dan etika yang ketat, terutama masalah etika yang mungkin timbul selama proses sumber dan ekstraksi.

 

Singkatnya,

sebagai peptida opioid alami, potensi efek farmakologis dan prospek terapeutik Dermorphin memberikan arah baru bagi para ilmuwan dan peneliti medis untuk melakukan eksplorasi. Meskipun pemahaman kita mengenai manfaat dan risikonya masih terbatas, hal ini tidak diragukan lagi merupakan subjek penelitian penting dalam pengembangan pengobatan dan obat baru di masa depan.

30

 

Detail Kontak (WhatsApp Telegram) Dan Metode Pembayaran

 

WhatsApp/Telegram:+852 6749 2648

Gmail:lucasraws207@gmail.com

Skype:langsung:.cid.8f21dc7fc6621ba7

1729737702523 1729737641865 product-570-257

 

Pertanyaan Umum

T: Bagaimana mekanisme kerja Dermorphin?

A: Dermorphin memberikan efek analgesik dengan mengikat reseptor μ-opioid. Reseptor opioid adalah reseptor di sistem saraf yang terutama terlibat dalam regulasi nyeri. Setelah dermorphin berikatan dengan reseptor ini, ia menghambat transmisi sinyal nyeri dan mengurangi sensasi nyeri. Karena afinitas dan selektivitas Dermorphin yang tinggi, Dermorphin mengaktifkan reseptor opioid lebih kuat dibandingkan opioid sintetik umum. Oleh karena itu, Dermorphin dapat menunjukkan efek analgesik yang kuat pada dosis yang sangat rendah dan durasi kerja yang singkat.

T: Apa perbedaan Dermorphin dengan peptida opioid lainnya?

J: Dermorphin berbeda dari peptida opioid lainnya (seperti endorfin, enkephalin, dll.) dalam struktur dan potensinya. Ini adalah peptida pendek yang terdiri dari 7 asam amino yang berikatan dengan reseptor μ-opioid dengan spesifisitas dan afinitas tinggi. Dibandingkan dengan peptida opioid tradisional seperti endorfin, Dermorphin lebih efektif pada tubuh manusia dan memiliki efek analgesik yang lebih signifikan. Pada saat yang sama, Dermorphin tidak mudah dipecah oleh peptidase, yang juga memberikan waktu paruh yang lama di dalam tubuh dan durasi kerja yang relatif lama.

 

Tag populer: peptida dermorphin 5mg cas:77614-16-5, Cina peptida dermorphin 5mg cas:77614-16-5 produsen, pemasok, pabrik

Kirim permintaan
Auctus Steroid Pharma Co., Ltd
Memberikan jaminan layanan purna jual yang lengkap, termasuk kebijakan pengembalian dan penukaran produk, jaminan kualitas, dll.
Hubungi kami